aku tidak lagi menjadi api dalam hidupmu.
karena badai siang itu memadamkan nya,
aku tidak lagi menjadi awan dalam langit mu
kilatan petir meruntuhkan lapisannya
menjadi puing-puing bisu
di sebuah stasiun paruh waktu
jiwaku terkulai
menunggu malammu
yang kian pudar di pendar kabut tua
tanganku bertingkah
mengecipak tepian sungaimu…
mengharap riuh arus menghanyutkannya
bersama setangkup perahu
D.Zawawi Imron
Leave a Comment


